Sudin Kominfotik Jakarta Timur Ajak PWI dan PWJT Duduk Bersama, Bahas Fasilitas Pressroom dan Kesetaraan Warta

Sudin Kominfotik Jakarta Timur
Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Timur menggelar pertemuan bersama insan pers dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Jakarta Timur dan Perkumpulan Wartawan Jakarta Timur (PWJT).
0 Komentar

JAKARTA – Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Timur menggelar pertemuan bersama insan pers dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Jakarta Timur dan Perkumpulan Wartawan Jakarta Timur (PWJT). Pertemuan yang berlangsung di ruang pressroom tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan yang selama ini dirasakan para jurnalis, terutama terkait penggunaan fasilitas media di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.

Kepala Sudin Kominfotik Jakarta Timur, Hj. Nining Rowianingsih S.Sos., M.Si., hadir dalam pertemuan tersebut bersama Ketua PWI Pokja Jakarta Timur Rudolf, Ketua PWJT Ribka, serta jajaran pengurus PWJT. Dalam kesempatan itu, sejumlah wartawan menyampaikan keluhan terkait fasilitas pressroom yang dinilai belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh jurnalis yang melakukan peliputan di wilayah Jakarta Timur.

Keluhan utama yang disampaikan adalah adanya dugaan penguasaan fasilitas pressroom oleh kelompok tertentu yang telah berlangsung cukup lama. Salah satu yang menjadi sorotan adalah akses komputer di ruangan tersebut yang disebut hanya dapat digunakan oleh sebagian wartawan. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan fungsi awal pressroom sebagai fasilitas bersama bagi seluruh insan pers.

Baca Juga:Diduga Menyuruh Aborsi, Pemilik Pesantren di Garut Disorot Usai Tinggalkan Perempuan yang Dinikahi SiriNobar Piala Dunia 2026 di Tambun Utara, Mayor Czi Sali: Ini Bentuk Kedekatan TNI dengan Rakyat

Menanggapi hal itu, Nining menegaskan bahwa keberadaan pressroom merupakan fasilitas yang disediakan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur untuk mendukung kerja seluruh wartawan yang bertugas melakukan peliputan. Ia memastikan tidak ada pembatasan bagi jurnalis yang membutuhkan fasilitas tersebut. “Kalau memang pintu pressroom dan komputer yang terdapat di ruangan ini terkunci, bapak dan ibu bisa meminta petugas di ruang sebelah untuk membukanya,” ujar Nining.

Sementara itu, Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur, Eliezer Hutapea, mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi pers dalam menjaga kualitas informasi publik. Ia berharap insan pers dapat terus berperan menyampaikan pemberitaan yang positif serta ikut menangkal penyebaran informasi palsu atau hoaks. Ketua PWJT Ribka juga berharap ke depan tidak ada perbedaan perlakuan terhadap wartawan dalam memperoleh fasilitas pemerintah. Menurutnya, seluruh insan pers memiliki kedudukan yang sama di bawah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan berada dalam naungan Dewan Pers. (Amran)

0 Komentar