“Sesuai informasi dari Survey Penilaian Integritas ( SPI), diduga pembuatan laporan berkas banyak dimanipulasi oleh oknum kepala sekolah dan bendahara dengan cara membuat laporan fiktif atau mengada-ada pengeluaran dan mark up harga dalam pembelian barang,”tutup Ronggur SH.
Hingga berita ini diturunkan tim awak media masih melakukan investigasi dan terus menggali informasi untuk bahan pemberitaan edisi mendatang. (Sahala Mangunsong)
